Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo juga menegaskan tentang pentingnya mempertahankan prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Khususnya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Presiden Prabowo juga menekankan, bahwa pertahanan bangsa harus menjadi prioritas dalam upaya memastikan kemerdekaan dan kelangsungan hidup bangsa. “Ini tujuan nasional yang pertama, untuk kita survive,” ungkapnya.
Karena itu, kata Prabowo melanjutkan, bahwa kita perlu memikirkan apakah kita sudah cocok atau tidak investasi kita kepada pertahanan bangsa Indonesia. “Kedua, tentunya memajukan kesejahteraan umum. Saya katakan berkali-kali bahwa negara yang merdeka rakyatnya harus merasakan kemerdekaan,” tegas Prabowo.
Baca juga: Pertemuan Wapres RI dan Wapres RRT, Komitmen Pererat Kerja Sama Indonesia-Tiongkok
Kemudian Presiden Prabowo menjelaskan, pentingnya peran pendidikan dalam memajukan kesejahteraan bangsa. Menurutnya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk sektor pendidikan, sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas bangsa.
“Mencerdaskan kehidupan bangsa mutlak. Pendidikan bagi kita adalah prioritas yang sangat tinggi, saya kira ini terlihat komitmen kita kepada pendidikan. Kalau tidak salah, alokasi kita dalam anggaran 2025 untuk pendidikan, salah satu tertinggi, mungkin selama sejarah kita,” kata Presiden Prabowo.
Selanjutnya, Presiden Prabowo juga menegaskan, bahwa Indonesia harus tetap kuat dalam menghadapi pergolakan global, serta terus berjuang membela kemerdekaan bangsa.
“Tentunya tujuan nasional yang keempat kita juga hadir dalam pergolakan ataupun interaksi dunia. Dimana kita harus selalu membela kemerdekaan bangsa-bangsa. Dan karena itu, mau tidak mau Indonesia harus kuat,” demikkan tutur Presiden Prabowo.(*)
















