Pulau Pahawang Oke Tapi Akses Jalannya Sempit dan Berlubang 

Pulau Pahawang Oke Tapi Akses Jalannya Sempit dan Berlubang 
Pulau Pahawang mulai ramai dikunjungi wisatawan pasca Lebaran 2022 pada Senin (16/5). Foto: Josua Napitupulu

Pelaku Wisata Harapkan Bantuan Pemerintah

Para pelaku wisata Pulau Pahawang sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah, baik Pemkab Pesawaran maupun Pemprov Lampung.

Pulau Pahawang Oke Tapi Akses Jalannya Sempit dan Berlubang 
Pemilik usaha wisata HJR Team, Sahat Nasution, bersama wisatawan Pulau Pahawang di Dermaga 1 Ketapang, Teluk Pandan, Pesawaran, Senin (16/5). Foto: Josua Napitupulu

Akses jalan darat dari Kota Bandar Lampung ke Dermaga 1 Ketapang, Teluk Pandan, Pesawaran, lewat Jalan RE Martadinata selalu dikeluhkan wisatawan.

“Banyak sekali keluhan untuk jalan berlubang,” ujar salah satu pelaku wisata dari HJR Team, Aan Andrian.

Tak hanya jalan berlubang, lanjut dia, akses jalan juga membutuhkan lampu penerangan dan gorong-gorong agar jalan tidak terendam banjir.

“Lampu jalan penerangan itu harus ada untuk wilayah Kabupaten Pesawaran,” kata dia.

Aan berharap keluhan wisatawan dan pelaku wisata mendapatkan perhatian dari pemerintah karena setelah dua tahun pandemi Covid-19 wisatawan mulai ramai kembali ke Pulau Pahawang.

“Usai Lebaran hingga libur Waisak hari ini dalam sehari ada 300 orang,” ujar dia.

Pernyataan Aan Andrian ditegaskan kembali oleh Pemilik HJR Team, Sahat Nasution yang akrab dipanggil Aat.

“Tidak ada perhatian pemerintah. Keluhan pelaku wisata kebanyakan dari konsumen ini, masalah jalan dan lampu penerangan. Gelap dan berlubang,” kata Aat.

Baca Juga : Pantai Mutun dan Pulau Tangkil Terpantau Ramai H+8 Lebaran

Setiap kali wisatawan berkunjung ke Pulau Pahawang, lanjut dia, selalu mengeluhkan hal yang sama.

“Kok masih seperti ini tidak ada perubahan. Setiap tahun ke sini masih begitu lagi jalan. Padahal ada retribusi, ada pokdarwis kok di sini. Setiap orang dikenakan Rp2.000 tapi baru berjalan tiga bulan ini, sebelumnya enggak ada,” jelas dia.