Tentang Teka-Teki dan Kertas Hidup di Way Gubak.
Eames Demetrios menjelaskan Tentang Teka-Teki dan Kertas Hidup di Bukit AsLan, Way Gubak, yang terukir dengan tinta emas pada marmer hitam. Berikut uraiannya.
Mengapa para keluarga, manusia dan lainnya, jauh-jauh datang untuk merayakannya di sini?
Karena di banyak kebudayaan, jevssel (anggota tertua dari generasi termuda yang hadir) diberikan tugas untuk menulis harapan, ide atau bahkan mimpi di kertas hidup untuk para tamu kehormatan yang hadir.
Pesan-pesannya biasa ditulis secara tradisional dalam bahasa Beshwa Nyelvate, salah satu bahasa Kcymaerxthaere,yang bahkan makhluk tidak bermetabolisme pun bisa mengerti.
Bahkan, semua bentuk yang Anda lihat di sekitar adalah kata-kata dari bahasa tersebut, koleksi bentuk semacam ini lumrah ditemui di tempat-tempat seperti ini (sering disebut bu/imahra [pengucapannya buh-ZHI-mah-ra]).
Teka-Teki dan Kertas Hidup di Bukit AsLan ini memang sedikit membingungkan, tapi begitulah teka-teki yang harus dipecahkan.
Kertas hidup ini dengan lembut memotong dirinya sendiri menjadi potongan teka-teki, dan tidak lama lagi, dari tempat ini, pada saat yang tepat, sesuatu yang seperti angin, tetapi bukan angin, menarik potongannya dari tangan yang terhormat ke banyak ranen.
Dimana serpihan-serpihannya tersebar jauh, luas, dan bahkan, jefret yang artinya menyamping dalam waktu.
Bisa membutuhkan waktu berhari-hari, bertahun-tahun, atau bahkan satu generasi dari banyak generasi.
Baca Juga: Pesona Rhino Camp dan Pemerihan di TNBBS
Sebelum pada akhirnya semua remah-remah serpihan dari kertas hidup dikembalikan satu persatu secara perlahan-lahan oleh xthaedra (mahluk cerewet yang terdiri dari tepi dan sisi, tanpa nafas dan tanpa detak jantung), oleh yaarayehyay (sang burung bersayap lima setengah), atau oleh kerabat yang datang dari air atau bulan yang jauh.
Dan pada akhirnya, di saat yang tepat, serpihan terakhir yang pernah hilang akan kembali dan membuat mimpi atau idenya menjadi jelas dan, mungkin menjadi nyata, tapi biasanya bukan kembali kepada yang melepaskan serpihannya.
Biasanya serpihan tersebut kembali kepada keturunannya yang dipercaya, walau kadang ke moyangnya, tetapi tidak selalu berdasarkan darah atau pernikahan.
Mungkin penerima yang paling terkenal di tempat ini adalah ilmuwan pola xthaedra Terrad Slemt Surphell, yang pesannya terlihat sederhana pada awalnya, tapi akhirnya menuntunnya keluar dari gua yang telah dimasuki tanpa diketahuinya, atau dia mungkin tidak sadar bisa masuk ke dalamnya.
(Discover Keymaertthaere REZHN: [Estrelliia] MARKER PLACED BY KCYMAERXTHAERE.COM)
















