Warga Kelurahan Tanjung Baru, Kedamaian, ini mengaku tidak menaikkan harga ikan asin meski terjadi peningkatan permintaan hingga dua persen dibandingkan hari biasa.
“Kecuali kalau ada kenaikan harga dari host. Kita ambil ikan dari gudang Jakarta untuk ikan asin rebus, yang dari Pulau Pasaran cuma ikan teri saja,” ujar dia.

Pasokan ikan asin lancar tidak terpengaruh arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 karena Hafid sudah menyiapkan stok sebelumnya.
Hafid menjual berbagai jenis ikan asin. Untuk ikan teri nasi seharga Rp120.000 per Kg, ikan teri belah Rp60.000 per Kg, ikan asin rebus jenis peda Rp50.000-60.000 per Kg, ikan asin rebus selar Rp30.000 per Kg.
“Selain buat konsumsi sendiri, ada juga masyarakat yang beli ikan asin untuk oleh-oleh, bisa 3-5 Kg,” kata dia.
Selain ikan asin, tren penjualan sayur-mayur juga turut meningkat pasca Lebaran 2022.
Salah satu pedagang sayur-mayur, Lumban Gaol, menyampaikan hari ketiga pasca Lebaran 2022 konsumsi sayur masyarakat mulai meningkat.
“Hari Sabtu kemarin masih ramai, sekarang tidak lagi,” ujar dia.
Wanita paruh baya ini menyampaikan dia menjual sayur kol seharga Rp6.000 per Kg, labu siam Rp4.000 per Kg, buncis Rp10.000 per Kg, wortel Rp7.000 per Kg, terung Rp6.000 per Kg, timun Rp4.000 per Kg, dan sayur sawi putih Rp10.000 per Kg.
“Kemarin pasokan lancar tapi hari ini tidak. Kentang mahal Rp12.000 per Kg karena barang belum masuk,” ujar dia.
Baca Juga : HPI Lampung dan Toko Oleh-oleh Hai-Toms Angkat Produk UMKM
Para pedagang mengaku pasca Lebaran 2022 konsumsi sayur dan ikan asin meningkat di Bandar Lampung tapi masih kalah jauh saat Lebaran 2019 dimana konsumsi masyarakat mencapai 50 persen.
















