OnlinePajak Hadirkan Forum Digital UMKM

OnlinePajak Hadirkan Forum Digital UMKM
OnlinePajak Hadirkan Forum Digital UMKM. Foto Istimewa

WANI – OnlinePajak menghadirkan Forum Digital UMKM yang diadakan secara virtual pada Selasa, 12 Oktober 2021.

Hal ini dalam rangka mendorong pertumbuhan transformasi digital yang lebih gesit untuk meningkatkan kontribusi sekitar 60% dari Pajak Domestik Bruto.

Acara ini digelar sebagai wadah untuk mengatasi tantangan digital UMKM lewat solusi end-to-end milik OnlinePajak yang bukan hanya sekedar aplikasi.

Melainkan ekosistem yang terintegrasi dengan pemerintahan, partner (swasta) dan komunitas serta dapat membantu mereka lebih mudah terhubung, bertransaksi, dan mematuhi regulasi dengan baik.

Forum Digital UMKM juga menandakan komitmen OnlinePajak dalam memberikan dukungan kepada mereka.

OnlinePajak Hadirkan Forum Digital UMKM
OnlinePajak Hadirkan Forum Digital UMKM. Foto Kemenkopumkm

Mulai dari kesiapan platform OnlinePajak untuk membantu bisnis sehari-hari, memberikan akses ke dukungan keuangan dan konsultasi pajak/bisnis yang ada di dalam platform.

Selain itu menghadirkan bantuan pemberdayaan berkelanjutan untuk lebih meningkatkan UMKM agar mereka bisa siap bersaing secara nasional dan internasional.

Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki
menyampaikan bahwa program yang tengah dilakukan oleh OnlinePajak dapat menumbuhkan kesadaran pelaku UMKM lokal.

“Ini untuk mendapatkan kemudahan akses permodalan, akses pasar dan peningkatan kepatuhan melalui teknologi,” kata dia.

Sementara itu, Founder and Group CEO OnlinePajak Charles Guinot menilai bahwa teknologi dapat membantu mengembangkan UMKM di masa sekarang ini.

Kunci utama untuk pelaku UMKM bisa menjadi lebih adaptif dan gesit dalam bertransformasi digital adalah memanfaatkan waktu.

Karena jika mereka melewatkannya begitu saja, momentumnya sudah tak akan ada lagi. Namun dengan teknologi, mereka akan mendapatkan peluang waktu yang lebih besar.

UMKM yang memasuki pasar digital juga lebih berpeluang untuk bisa bertahan ketimbang mereka yang masih mengadopsi cara tradisional. Hal ini dikarenakan mereka bisa memberikan solusi kepada pelanggan mereka secara tepat waktu.

“Era pandemi telah membuka peluang pertumbuhan ekonomi digital di mana banyak orang melakukan transaksi secara cashless dan contactless,” kata dia.

“Terlebih pada masa pandemi saat ini UMKM yang berada di pasar digital bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk dapat bertahan, ketimbang mereka yang masing menggunakan cara tradisional,” ucap dia.

“Dengan demikian, solusi yang dilakukan UMKM di tahap ini dapat tersalurkan ke pelanggan mereka di waktu yang tepat,” ungkap dia.

“Disinilah OnlinePajak hadir memberikan solusi dalam mempercepat pertumbuhan digitalisasi. Kami percaya hal ini bisa menjadi kesempatan yang luar biasa bagi UMKM di Indonesia untuk bisa maju selangkah lebih jauh dengan mengadopsi teknologi dalam operasional mereka sehari-hari,” imbuh Charles.

Lewat teknologi OnlinePajak, kata dia, pihaknya memberikan integritas di setiap transaksi pelaku UMKM.

Dengan demikian, hal tersebut akan lebih mudah untuk dilacak, dievaluasi, diproyeksikan, dan mencegah biaya transaksi yang tak terduga dan tak perlu.

“Aplikasi OnlinePajak juga memudahkan dan menyelesaikan proses kepatuhan regulasi, sehingga UMKM bisa mematuhi peraturan dengan baik. Ini tentu menjamin keberlangsungan dan keberlanjutan dari usaha mereka,” pungkasnya.

CEO OnlinePajak Indonesia Mulia Dewi, mengatakan bahwa OnlinePajak juga telah bekerja sama dengan beberapa asosiasi yang menyasar UMKM, di mana dalam hal tersebut pihaknya telah menyediakan platform khusus bagi mereka.

Karena OnlinePajak berusaha melayani semua kebutuhan UMKM secara mudah hanya dari ujung jari mereka.

“Yang mana hal ini mengotomatiskan seluruh hal administrasi yang menyulitkan dan memakan waktu,” kata dia.

“OnlinePajak percaya, UMKM di Indonesia akan tumbuh semakin kuat dan mampu bersaing secara global,” ucap dia.

“Karena itu, kami ingin terus mendukung perjalanan UMKM Indonesia dan memberdayakan mereka dengan segala jenis teknologi yang dimiliki untuk menjadikan mereka sebagai UMKM terdepan, tak cuma di Indonesia tetapi juga di kancah dunia,” kata Mulia.

Bagi para pengguna aplikasi OnlinePajak juga akan memiliki akses ke pembayaran digital, pembiayaan dan tentu saja kepatuhan pada peraturan pemerintah (pajak, juga BPJS dan lainnya).

“Fitur-fitur dari OnlinePajak yang terintegrasi dalam satu platform memudahkan pengguna, khususnya UMKM, dapat meningkatkan transaksi mereka dengan mengaktifkan sistem kesadaran untuk transaksi yang sah melalui aplikasi faktur terintegrasi OnlinePajak,” kata dia.

“Para pengguna juga dapat membuat satu faktur yang nantinya terintegrasi secara mulus dengan faktur pajak dan dokumentasi lainnya. Selain itu, diaktifkan dengan kemampuan untuk melakukan pendaftaran NPWP di platform yang sama juga,” ucap dia.

Selain itu OnlinePajak juga tengah menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan dan BP Jamsostek. Ekosistem kepatuhan regulasi di OnlinePajak juga terintegrasi dengan mulus.

“Misalnya, pengguna dapat memasukkan gaji karyawan mereka dan terhubung ke pajak penghasilan dan kontribusi jaminan sosial mereka,” ucap dia.

“Adapun lewat diadakannya Forum Digital UMKM, OnlinePajak berkomitmen untuk mensukseskan target Pemerintah agar kontribusi UMKM dapat mencapai 65% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2024,” pungkas dia.