WartaNiaga.ID – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Inspirasi Batang bagi Sport Tourism KI Way Kanan dan Lampung Selatan.
Inspirasi Batang bagi Sport Tourism KI Way Kanan dan Lampung Selatan
Oleh: Mahendra Utama*
KI Way Kanan dan Lampung Selatan Siap Adopsi Model Sport Tourism Batang
Potensi Geografis yang Menunggu Digarap
Keberhasilan Batang menjadi cermin bagi pengembangan kawasan industri di Lampung. KI Way Kanan yang berbasis agro dengan luas 4.500 hektare dijadwalkan mulai dikembangkan pada 2027, sementara Lampung Selatan memiliki sejumlah kawasan industri seperti KAIL II Tanjung Bintang (127 hektare) dan KI Katibung (300 hektare) yang berfokus pada energi dan petrokimia.
Luas lahan yang tersedia dan karakter geografis kedua wilayah ini sangat memungkinkan untuk menggelar sprint rally maupun motor cross berskala nasional.
Ekosistem Motorsport yang Sudah Tumbuh
Yang menarik, benih sport tourism di Lampung sebenarnya telah tumbuh secara organik. Sirkuit WG 99 di Jati Agung, Lampung Selatan, rutin menggelar Grasstrack Motocross Kejurprov IMI Lampung dengan sekitar 300 pembalap dari berbagai daerah.
Di Way Kanan, Sirkuit Permanen Abeng dan Sirkuit Lembah Kencana secara berkala menjadi tuan rumah kejuaraan grasstrack dan motocross regional.
Potensi ini menjadi fondasi kuat bagi integrasi event olahraga ke dalam ekosistem kawasan industri.
Urgensi Roadmap dan Kolaborasi Lintas Sektor
Kementerian Pariwisata menegaskan perlunya penyusunan roadmap sports tourism serta pembangunan destinasi terintegrasi yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta sebagai mitra strategis.
Mengutip strategi yang telah dijalankan Batang, Pemprov Lampung perlu menjadikan sport tourism sebagai bagian tak terpisahkan dari rencana induk pengembangan kawasan industri sejak awal.
Langkah strategis meliputi penataan lintasan permanen di dalam area KI, penguatan promosi digital, serta pengemasan event dengan kearifan lokal Lampung.
Sport tourism berpotensi meningkatkan daya saing daerah hingga 30 persen melalui inovasi produk wisata dan budaya adaptif.
Batang telah membuka jalan kini Lampung memiliki peluang emas untuk menapaki jalur yang sama demi menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
—————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.
















