Tantangan Struktural dan Peluang Geothermal Menuju Lompatan Ekonomi

Tantangan Struktural dan Peluang Geothermal
Ilustrasi: OpiniMahe: Tantangan Struktural dan Peluang Geothermal Menuju Lompatan Ekonomi. (Sumber Foto: Dok. WANI).

WartaNiaga.ID – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Tantangan Struktural dan Peluang Geothermal Menuju Lompatan Ekonomi.

 

Tantangan Struktural dan Peluang Geothermal Menuju Lompatan Ekonomi
Oleh: Mahendra Utama*

 

Perlambatan yang Mengintai

Di balik kinerja positif, terdapat sinyal perlambatan yang perlu diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi 2024 tercatat 4,36%, melambat dibanding 2023 (4,68%) dan 2022 (4,06%).

Penyebab utamanya adalah melambatnya sektor pertanian sebagai penyumbang dominan PDRB.

Produksi kopi pada 2024 hanya mencapai 62.979,5 ton, sementara produksi perikanan baru 10.768,56 ton jauh di bawah potensi yang tersedia.

Rendahnya investasi di sektor unggulan dan keterbatasan kapasitas fiskal memperparah kondisi ini.

Kinerja Parosil Mabsus: Hilirisasi sebagai Strategi

Di bawah kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus, pemerintah daerah menempuh strategi hilirisasi kopi sebagai terobosan.

Parosil menegaskan, “Kita tidak boleh berhenti hanya pada posisi sebagai daerah penghasil biji kopi. Pengembangan kopi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga pemasaran”.

Pendekatan ini sejalan dengan teori growth pole Perroux, di mana industri pengolahan berfungsi sebagai firm motrice yang menarik sektor-sektor lain di sekitarnya.

Geothermal: Trigger Lompatan Ekonomi

Potensi panas bumi di Danau Ranau, Suoh, dan Way Hitam menjadi game changer. WKP Danau Ranau menyimpan cadangan melimpah yang, menurut Sekda Nukman, “bukan hanya energi alternatif, tetapi sekaligus peluang percepatan kesejahteraan masyarakat”.

Potensi Suoh-Sekincau diperkirakan mampu menghasilkan 430 megawatt, dan Bupati Parosil berharap proyek ini “menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat” melalui Dana Bagi Hasil yang akan memperkuat APBD.

Jika dikelola optimal, geothermal berpotensi menjadi basis ekonomi baru yang melengkapi pertanian, perkebunan, dan perikanan air tawar. (*)
‐—————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.