Jalan Pariwisata Lampung: Menghubungkan Pantai, Membuka Ekonomi

Jalan Pariwisata Lampung
Ilustrasi: OoiniMahe: Jalan Pariwisata Lampung: Menghubungkan Pantai, Membuka Ekonomi. (Sumber Foto: Dok. WANI).

WartaNiaga.ID – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Jalan Pariwisata Lampung: Menghubungkan Pantai, Membuka Ekonomi.

 

Jalan Pariwisata Lampung: Menghubungkan Pantai, Membuka Ekonomi
Oleh: Mahendra Utama*

 

Dari 4 Jam ke 2,5 Jam: Bagaimana Akses Mengubah Wajah Pesisir Lampung

Destinasi Teluk Kiluan yang terkenal dengan lumba-lumba hidung botolnya dulu sulit dijangkau. Kini, berkat sinergi Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Kementerian PU melalui skema Inpres Jalan Daerah, waktu tempuh dari Bandar Lampung turun dari 4 jam menjadi 2,5 jam.

Pemerintah mengalokasikan Rp96,3 miliar untuk melebarkan jalan menjadi 14 meter lengkap dengan rigid pavement, drainase, dan fasilitas keselamatan.

Aksesibilitas sebagai Katalis Ekonomi Kawasan

Teori indirect development effects dari Owen (1959) menjelaskan bahwa perbaikan akses jalan menciptakan “peluang ekonomi” yang kemudian direspons oleh rumah tangga dan pelaku usaha lokal.

Di Pesawaran, respons itu nyata: ruas Padang Cermin–Teluk Kiluan dengan nilai kontrak Rp48,2 miliar menargetkan kenaikan tingkat kemantapan jalan dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen.

Gubernur Mirza menyebut jalur ini “sangat potensial” dan menekankan bahwa konektivitas Pesawaran–Tanggamus akan membentuk ekosistem wisata pesisir terintegrasi.

Pariwisata yang Menyejahterakan, Bukan Sekadar Mengunjungi

Kutipan Menteri PPN Rachmat Pambudy menjadi relevan: “Bangsa seperti Indonesia hanya dapat dibangun dan berkembang jika kita membangun infrastruktur”.

Namun, pembangunan jalan wisata di Lampung memiliki dimensi tambahan, ia tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan masyarakat setempat.

Inilah pariwisata yang berkeadilan: pantai yang indah, nelayan yang sejahtera, dan petani yang terhubung ke pasar. (*)
————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.