JAKARTA, Wartaniaga.id – Yuslinda Nasution resmi mengambil alih hampir seluruh kepemilikan PT Abhimata Citra Abadi (ACA), perusahaan yang bergerak di bidang solusi teknologi informasi dan infrastruktur telekomunikasi. Transaksi tersebut dilakukan setelah Yuslinda mengundurkan diri dari jajaran direksi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau Emtek mengungkapkan telah menjual, mengalihkan, dan menyerahkan 100.090 saham Abhimata kepada Yuslinda Nasution. Jumlah tersebut memiliki nilai nominal Rp10,009 miliar.
Saham yang dialihkan mewakili 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor Abhimata. Dengan selesainya transaksi tersebut, pengendalian langsung atas perusahaan kini berpindah dari Emtek kepada Yuslinda.
Yuslinda Nasution Kuasai 99,99% Saham Abhimata
Sekretaris Perusahaan Emtek Titi Maria Rusli menjelaskan bahwa transaksi penjualan saham tersebut telah menyebabkan perubahan pengendalian langsung atas Abhimata.
Pengalihan saham dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan dalam mengoptimalkan struktur investasi dan pengelolaan portofolio usaha.
Dengan perubahan kepemilikan tersebut, Abhimata tidak lagi menjadi entitas yang dikendalikan oleh Emtek. Karena itu, laporan keuangan Abhimata juga tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Emtek.
Emtek memastikan transaksi tersebut tidak memberikan dampak material yang merugikan terhadap kegiatan operasional perseroan. Selain itu, tidak terdapat dampak material terhadap kondisi hukum dan keuangan perusahaan.
Emtek juga menilai transaksi tersebut tidak mengganggu kelangsungan usaha perseroan. Dengan demikian, pelepasan kepemilikan Abhimata menjadi bagian dari pengelolaan portofolio bisnis Emtek.
Mundur dari Direksi Emtek pada Mei 2026
Yuslinda bukan sosok baru di lingkungan Emtek. Ia pertama kali menjabat sebagai Direktur Emtek pada September 2009.
Setelah menjalankan tugas selama lebih dari satu dekade, Yuslinda mengajukan pengunduran diri pada 29 Mei 2026. Pengunduran diri tersebut dilakukan karena dirinya telah memasuki masa purnabakti.
Tidak lama setelah meninggalkan jajaran direksi, Yuslinda mengambil langkah bisnis baru melalui kepemilikan Abhimata.
Menariknya, perannya di perusahaan tersebut tidak sebatas sebagai pemilik. Yuslinda juga menjabat sebagai Presiden Direktur Abhimata Citra Abadi.
Dengan posisi tersebut, Yuslinda kini memiliki kendali sekaligus tanggung jawab langsung terhadap arah bisnis perusahaan teknologi tersebut.
Abhimata Bergerak di Sektor Teknologi dan Telekomunikasi
Abhimata Citra Abadi merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang solusi teknologi informasi dan infrastruktur telekomunikasi.
Perusahaan tersebut telah berdiri sejak 1989. Pengalaman selama puluhan tahun membuat Abhimata memiliki sejarah panjang dalam industri teknologi dan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.
Sektor tersebut semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan terhadap konektivitas dan layanan digital. Karena itu, perubahan kepemilikan Abhimata menjadi perhatian tersendiri di tengah perkembangan industri teknologi.
Di sisi lain, kepemilikan baru dapat membuka ruang bagi perusahaan untuk menjalankan strategi bisnis yang berbeda. Namun, arah pengembangan Abhimata selanjutnya masih akan bergantung pada keputusan manajemen di bawah kepemimpinan Yuslinda.
Pengalaman Yuslinda selama berada di jajaran manajemen Emtek juga menjadi bagian penting dari latar belakang kepemimpinannya.
Dampak Transaksi terhadap Emtek
Bagi Emtek, penjualan saham Abhimata merupakan bagian dari strategi optimalisasi investasi. Perseroan kini tidak lagi memiliki kendali langsung terhadap perusahaan tersebut.
Perubahan ini juga berdampak pada pelaporan keuangan. Setelah transaksi selesai, laporan keuangan Abhimata tidak lagi masuk dalam laporan keuangan konsolidasian Emtek.
Meski demikian, Emtek menyatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material yang merugikan terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan operasional.
Investor tetap perlu melihat transaksi ini dalam konteks strategi portofolio Emtek. Pelepasan sebuah entitas tidak selalu menunjukkan kondisi negatif.
Sebaliknya, aksi tersebut dapat menjadi bagian dari penataan aset dan investasi agar perusahaan dapat lebih fokus pada portofolio yang dianggap strategis.
Investor Perlu Mencermati Perkembangan Selanjutnya
Perubahan kepemilikan Abhimata menjadi salah satu aksi korporasi yang menarik untuk dicermati. Terlebih, transaksi melibatkan mantan direktur Emtek yang kini menjadi pemegang kendali perusahaan.
Beberapa hal yang dapat menjadi perhatian investor antara lain:
- Strategi bisnis Abhimata setelah berganti pemilik.
- Kinerja Abhimata di bawah kepemimpinan Yuslinda.
- Perubahan portofolio investasi Emtek setelah divestasi.
- Dampak pelepasan Abhimata terhadap laporan keuangan Emtek.
- Potensi aksi korporasi lanjutan dari kedua perusahaan.
Sementara itu, investor juga perlu membedakan antara perubahan kepemilikan dan kinerja saham EMTK di pasar modal.
Transaksi Abhimata merupakan aksi korporasi pada tingkat perusahaan. Karena itu, dampaknya terhadap harga saham EMTK tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk kinerja keuangan, sentimen pasar, serta kondisi ekonomi.
Babak Baru Yuslinda Setelah Emtek
Pengambilalihan Abhimata menandai babak baru bagi Yuslinda Nasution setelah mengakhiri masa tugasnya sebagai direksi Emtek.
Kini, ia memiliki peran yang lebih besar di perusahaan teknologi tersebut. Selain menguasai 99,99% saham, Yuslinda juga duduk sebagai Presiden Direktur.
Bagi Abhimata, masuknya pemilik baru dapat menjadi momentum untuk memperkuat strategi bisnis. Perusahaan memiliki pengalaman panjang di sektor IT dan infrastruktur telekomunikasi.
Sementara itu, Emtek dapat melanjutkan pengelolaan portofolionya setelah melepas kepemilikan atas Abhimata.
Dengan demikian, transaksi ini tidak hanya mengubah struktur kepemilikan Abhimata. Aksi tersebut juga memperlihatkan perubahan arah bisnis Yuslinda setelah memasuki masa purnabakti dari Emtek.
Ke depan, perkembangan strategi Abhimata di bawah kendali Yuslinda akan menjadi hal yang menarik untuk dipantau. Terutama karena perusahaan tersebut memiliki rekam jejak panjang di industri teknologi dan telekomunikasi Indonesia.












