Samsudin juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Lampung di bidang sepak bola dan menegaskan bahwa Liga 4 RMD Cup merupakan langkah penting dalam menghidupkan kembali kejayaan sepak bola Lampung.
Lebih lanjut, Samsudin menyampaikan, bahwa Lampung memiliki stadion yang bagus dan bahkan dibandingkan stadion di Filipina saat SEA Games, Stadion Way Halim masih lebih layak.
Karena itu, ia mendorong pemanfaatan fasilitas olahraga yang ada secara maksimal, serta perbaikan infrastruktur jika diperlukan.
Samsudin juga memberikan arti tersendiri terhadap singkatan RMD= Reform, Mapping, dan Dreaming. Tiga konsep tersebut merupakan pilar utama dalam pembangunan.
Ia menjelaskan bahwa Reform melambangkan reformasi dalam berbagai bidang, termasuk olahraga dan infrastruktur.
Baca juga: PSSI Lampung Peringati HUT Ke-77 RI dengan Berbagai Lomba
Mapping menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang yang matang agar reformasi dapat berjalan efektif.
Sementara Dreaming menggambarkan harapan masyarakat Lampung untuk memiliki sepak bola yang maju dan berdaya saing.
“Reform, Mapping, dan Dreaming adalah fondasi yang harus dijalankan dalam lima tahun ke depan. Jika tidak dimanfaatkan dengan optimal, maka kesempatan untuk membangun sepak bola Lampung akan terlewat begitu saja,” ungkap Samsudin.
Harapan senada juga disampaikan oleh Yoga Swara (Wakil Ketua Asprov PSSI Lampung). Menurutnya, ajang kompetisi sepak bola ini dapat melahirkan talenta-talenta terbaik bagi Lampung.
















