Tim Jalin Kunjungi Komunitas di Solo Raya

Wartaniaga.id
Jadwal Java Series Tim JALIN hari keempat ini adalah bertemu dengan komunitas yang ada Solo Raya. Antara lain Paguyuban Solo Raya, GenPI Solo Raya, Putra Putri Solo, Putra Putri Lawu, komunitas dari Sukoharjo, komunitas pelaku seni pesinden Solo Raya, hingga komunitas dari Wonogiri. Foto Miftahudin Mulfi

WANITim Jalin langsung gercep dan gaspol untuk kunjungi komunitas di Solo Raya, Kamis (04/03/22). Setelah sebelumnya bertemu dengan komunitas-komunitas Semarang.

Jadwal Java Series Tim JALIN hari keempat ini adalah bertemu dengan komunitas yang ada Solo Raya. Antara lain Paguyuban Solo Raya, GenPI Solo Raya, Putra Putri Solo, Putra Putri Lawu, komunitas dari Sukoharjo, komunitas pelaku seni pesinden Solo Raya, hingga komunitas dari Wonogiri.

Baca Juga : Tim Jalin Kunjungi Yogyakarta di Jogyakarta National Museum 

Wartaniaga.id
Tim Jalin Kunjungi Komunitas di Solo Raya. Foto Miftahudin Mulfi

Ketua Umum Genpinas mbak Jhe mengatakan, kegiatan ini masih mengusung misi yang sama. Yaitu membangun silaturahmi dan kolaborasi antara GenPI dan komunitas-komunitas yang ada di Solo Raya.

“Kita angkat kembali pariwisata Indonesia dengan semangat adaptasi, inovasi, dan kolaborasi banyak pihak. Ditambah semangat geber, gercep, dan gaspol,” kata Jhe di resto Ndalem Nglaras Eco Solo, Kamis (04/03) malam.

“Solo Raya memiliki banyak daya tarik wisata, kita harus bangga berwisata di Solo. Juga bangga beragam produk ekonomi kreatif di Solo. Dan jangan lupa belanja produk-produk tersebut,” kata mbak Jhe.

Dan jangan lupa, Jhe menambahkan, selalu laksanakan protokol kesehatan saat berwisata di Solo Raya.

“Bagaimanapun pariwisata dan ekraf Kota Solo adalah salah satu unggulan Indonesia,” pungkas Jhe.

Sesi diskusi ini kian ringan ketika Mba Nur, dari komunitas pelaku seni pesinde Solo Raya mengambil perannya sebagai Sinden.

Mbak Nur tampil ciamik menghibur dan memukau seluruh peserta yang hadir.

Sinden sendiri merupakan sebutan wanita yang bernyanyi mengiringi orkestra gamelan yang berperan sebagai satu-satunya penyanyi dalam sebuah kelompok dan tampil melantunkan lagu-lagu Jawa.

Merdunya lagu “Bengawan Solo” yang diusung Mba Nur sekaligus menjadi salah satu titik temu tujuan diskusi malam itu.