WartaNiaga.ID – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Sampah Organik Jadi Pupuk, Strategi Lampung Perkuat Ketahanan Pangan.
Sampah Organik Jadi Pupuk, Strategi Lampung Perkuat Ketahanan Pangan
Oleh: Mahendra Utama*
Dari Masalah Lingkungan Menjadi Solusi Pertanian Berkelanjutan
Setiap hari, Provinsi Lampung menghasilkan timbulan sampah mencapai 4.667,13 ton. Sekitar 51,65 persen di antaranya adalah sampah organik setara 2.410,57 ton per hari yang berpotensi diolah. Pemprov Lampung melihat peluang emas di balik angka itu.
Kerja Sama Strategis Pengolahan Sampah
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal didampingi Sekdaprov Marindo Kurniawan menjajaki kerja sama dengan PT EZSolusi Jaringan Terpadu untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.
Skema ini menggunakan investasi swasta tanpa membebankan APBD, dan investor tidak memungut tipping fee dari pemerintah daerah.
Dampak pada Pertanian dan Ketahanan Pangan
Pupuk organik yang dihasilkan diprioritaskan untuk petani Lampung, sekaligus memperbaiki kualitas tanah pertanian.
Pengembangan tahap awal menyasar Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Utara, dengan Kota Metro sebagai kawasan penyangga.
Teori Ekonomi Sirkular
Ekonomi sirkular menempatkan limbah bukan sebagai akhir siklus, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna. Pendekatan 4R Reduce, Reuse, Recycle, Recover menjadi fondasi sistem ini.
Lampung tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi sekaligus memperkuat kedaulatan pangan.
Apresiasi Para Pihak
Terobosan ini menunjukkan Gubernur Mirza memahami keterkaitan antara lingkungan, pertanian, dan ekonomi. “Tanpa data yang tepat, kita akan tertipu dengan rasa,”ujarnya.
Data timbulan sampah yang akurat menjadi dasar kebijakan ini bukti nyata kepemimpinan berbasis bukti yang menguntungkan petani dan lingkungan sekaligus. (*)
—————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.
















