Provinsi Lampung Memiliki 20 Potensi Kekayaan Intelektual Komunal

Provinsi Lampung Memiliki 20 Potensi Kekayaan Intelektual Komunal
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi saat acara penyerahan sertifikat kekayaan intelektual di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa (19/07/2022). Foto Kominfo Lampung

WartaNiagaProvinsi Lampung memiliki 20 potensi kekayaan intelektual komunal untuk mendorong perekonomian di Bumi Ruwa Jurai.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi saat acara penyerahan sertifikat kekayaan intelektual di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa (19/07/2022).

Baca Juga : Arinal Djunaidi Mendorong Percepatan Pembangunan Bakauheni Harbour City 

Didalam database, kata dia, kekayaan intelektual komunal provinsi Lampung baru memiliki 11 (sebelas) yang telah diterbitkan surat pencatatannya baik ekspresi budaya tradisional maupun pengetahuan tradisional.

Oleh karena itu, mantan Sekprov Lampung di era kepemimpinan M. Ridho Ficardo ini mengajak Pemda untuk berperan aktif  melakukan pendataan potensi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).

Karena, ia memastikan masih ada potensi kekayaan intelektual komunal asal Lampung yang belum didaftarkan dan dicatat kedalam pusat data KIK Nasional.

“Pencatatan kekayaan intelektual komunal menjadi penting karena dapat melindungi hak masyarakat adat,” kata dia.

“Kemudian, sebagai penentu masyarakat adat pemilik atau yang memiliki hak ekonomi dan moral atas KIK yang tidak dapat dilepaskan dari ruang lingkup wilayah geografis penyebaran KIK itu sendiri,” ucap dia.

Oleh karena itu, perlindungan dan pemanfaatan terhadap kekayaan intelektual harus terus ditegakkan.

Karena, perlindungan dan pengembangan potensi kekayaan intelektual dapat meningkatkan daya saing produsen.

Kemudian, membangun masyarakat daerah dan mendorong perekonomian daerah melalui kontribusi menciptakan lapangan kerja.

Selanjutnya, meningkatkan pendapatan petani dan produsen, memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta kekuatan sosial masyarakat.

“Disinilah diperlukan adanya dukungan dan peran aktif dari pemerintah pusat dan bagaimana membuat kebijakan untuk Pemda,” jelas dia.

“Sentra Kekayaan Intelektual, Universitas/ Perguruan Tinggi, memberikan perhatian yang lebih intensif terhadap Potensi Kekayaan Intelektual yang ada di Provinsi Lampung baik paten, desain industri, hak cipta, dan merek,” ucap dia.

Dilain sisi, ia menjelaskan bahwa Lampung merupakan salah satu Provinsi di pulau Sumatera yang memiliki potensi sumber daya alam yang begitu melimpah.

Bahkan, provinsi Lampung juga telah memiliki Indikasi Geografis yang telah terdaftar yaitu Kopi Robusta Lampung dan Lada Hitam Lampung.

Dimana saat ini, kata dia, yang sedang dalam proses permohonan pendaftaran Indikasi Geografis adalah Manggis Saburai Tanggamus dan Damar Mata Kucing Pesisir Barat.

“Sumber daya alam Provinsi Lampung dapat menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar internasional,” ungkap dia.

Ia menghimbau agar event ini bisa menambah pengetahuan, inovasi, dan kreasi tentang Kekayaan Intelektual.

“Semoga dengan adanya rangkaian kegiatan Mobile IP Clinic ini dapat membuka kreatifitas para pelaku industri kreatif,” kata dia.

Baca Juga : Program dari Photovoices International dan Coral Triangle Center 

“Tentang pentingnya mendaftarkan kekayaan intelektual dan lebih banyak lagi potensi kekayaan intelektual komunal di Provinsi Lampung yang didaftarkan,” ujarnya.