Pedagang Hewan Kurban di Bandar Lampung Curhat Omset Turun

Pedagang Hewan Kurban di Bandar Lampung Curhat Omset Turun
Pedagang harian hewan kurban Muhammad Kamin (51) di Jalan Cut Nyak Dien, Palapa, Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, Sabtu (24/6/2023). Foto: Josua Napitupulu

WartaNiaga – Pedagang hewan kurban di Bandar Lampung mengeluh omset penjualan turun menjelang Hari Raya Iduladha 1444 H pada 28-29 Juni 2023.

Suwardi (40) warga Pengajaran mengatakan penjualan hewan kurban tahun ini menurun apabila dibandingkan tahun 2022 lalu saat wabah PMK merebak.

“Omset agak menurun dari tahun kemarin,” ujar Suwardi saat ditemui di lapaknya, Jalan H.R. Rasuna Said, Pengajaran, Telukbetung Utara, Sabtu (24/6/2023).

Baca Juga: Wabah PMK Bikin Resah Pedagang Hewan Kurban di Bandar Lampung

Pedagang hewan kurban musiman ini membuka lapak dua pekan menjelang Hari Raya Iduladha.

Setiap tahunnya, Suwardi mampu menjual 50 ekor kambing yang diperolehnya dari peternak kota setempat di daerah Kemiling.

“Dari 50 ekor kambing, yang terjual baru 14 ekor. Harganya bervariasi dari Rp2,3-4,5 juta,” kata Suwardi.

Menurut dia, omset penjualannya menurun disebabkan Iduladha tahun ini bertepatan dengan kalender tahun ajaran baru pendidikan.

“Kebutuhan untuk masuk sekolah itu kan banyak,” pungkas Suwardi.

Tak hanya pedagang musiman hewan kurban di Bandar Lampung yang mengeluhkan omset penjualan menurun.

Salah satu pedagang harian hewan ternak kambing Muhammad Kamin (51) juga menyampaikan hal senada.

Dia menuturkan sejak tanggal 11-23 Juni 2023, dari ratusan ekor kambing yang dipasok dari Pringsewu, baru terjual 30 ekor kambing.

“Omset menurun. Biasanya lagi korona banyak sampai 150-an ekor kambing, kalau sekarang baru 30 ekor terjual,” ujar Kamin.

Kamin warga Gedong Air sehari-harinya menjual kambing di Jalan Cut Nyak Dien, Palapa, Tanjungkarang Pusat.

Harga kambing yang ditawarkan kepada konsumen bervariasi dari Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per ekor.

“Kemarin, kambing yang harganya Rp3 juta itu Rp2,5 juta. Lalu yang harganya Rp2,5 juta paling Rp1,8-1,9 juta,” kata Karmin.

Kenaikan harga kambing tahun ini, jelas Karmin, menjadi salah satu faktor omset pedagang hewan kurban di Bandar Lampung berkurang bila dibandingkan tahun lalu.

“Kalau sekarang harganya naik dari peternak, gimana lagi menjualnya. Belum lagi mengurusnya,” ujar Karmin.

Baca Juga: Dinas Pertanian Bandar Lampung Ungkap Ciri-ciri Hewan Kurban yang Sehat

Pria paruh baya ini merawat ratusan ekor kambing dibantu dua orang temannya. Mulai dari mencari rumput untuk pakan ternak hingga antar jemput kambing.

“Biaya itu banyak Rp200-300 ribu, apalagi minyak BBM dan uang rumput,” tutur dia.

Namun, Karmin mengaku omsetnya naik setiap Hari Raya Iduladha dibandingkan hari biasanya.

“Untuk hari biasa dan lebaran harganya sama saja. Tidak ada kenaikan harga. Tapi, kalau dibandingkan hari biasa dengan jelang lebaran penjualan hewan naik,” kata dia.