“Di Bandar Lampung uji sampling di pedagang takjil Jalan dr Soesilo dan Taman Gajah Enggal. Hasilnya, sampai saat ini aman dan negatif zat berbahaya,” kata dia.
Hasil uji cepat kandungan zat kimia berbahaya terhadap pangan olahan di Pasar Way Halim, Bandar Lampung, juga negatif Boraks, Formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.
“Ada 18 sampel yang kami uji di Pasar Way Halim,” ujar Ummi.
Sampling yang diuji di Mobile Lab BBPOM di Bandar Lampung terdiri dari bahan pangan olahan seperti kerupuk, mie, tahu, dan jajanan takjil.
“Semua negatif, jadi aman untuk dikonsumsi,” kata dia.
Ummi menuturkan berdasarkan hasil pengawasan BBPOM di tahun-tahun sebelumnya, zat kimia berbahaya yang paling banyak ditemukan pada pangan olahan adalah Rhodamin B.
“Rhodamin B itu pewarna untuk tekstil bukan untuk dikonsumsi manusia,” ujar dia.
Baca Juga: Produk UMKM Kopi Spray Bali Laris Manis
Secara kasat mata, jelas Ummi, pangan olahan yang mengandung Rhodamin B berwarna terang dan memantulkan cahaya jika terkena sinar matahari.
“Rhodamin B kalau dicampur sedikit saja pada makanan, warnanya sudah terang, kalau terkena sinar matahari dia fluoresens. Tapi, untuk memastikan perlu diuji lebih lanjut di laboratorium,” kata dia.
Ummi mengingatkan bahwa mengonsumsi pangan olahan yang mengandung zat kimia berbahaya bisa berdampak buruk terhadap kesehatan.
“Zat kimia yang kalau dikonsumsi tidak berefek langsung saat itu juga, tapi dalam jangka panjang bisa menimbulkan risiko terhadap kesehatan seperti penyakit kanker,” pungkas Ummi.
















