
Jatuhan air berada di antara 2 tebing batu. Jadi, jika pengunjung ingin mendekat maka harus berenang di antara 2 tebing tersebut.
Aliran airnya lumayan dalam, harus bisa renang dan memiliki sedikit keberanian jika ingin mendekat ke jatuhan air.
Tidak mau renang di antara tebing batu, wisatawan bisa duduk-duduk atau berendam saja di bagian yang dangkal. Atau merendam kaki di aliran air yang hanya semata kaki.
Di aliran air di bawahnya juga terdapat air terjun kecil yang lebih terbuka. Dengan kolam yang terbentuk secara alami.
Di air terjun pertama airnya tidak menyentuh dinding air terjun. Air terjun kedua ini bertipe ‘slide’. Air mengalir di kemiringan bentuk undakan.
Di sini pengunjung bisa berendam dan merasa seperti di kolam renang pribadi.
Akan terasa unik dan memberikan sensasi alami dan menyegarkan. Apalagi area air terjun ini dikelilingi oleh pepohonan rindang.
Kamu akan merasakan sensasi berada di tengah hutan yang rimbun. Walaupun status tanah di sini adalah tanah marga, bukan hutan kawasan taman nasional.
Kalau tertarik mengunjunginya, kamu bisa menuju ke arah Bengkulu. Setelah berkendara sekitar 8,5 kilometer dari pertigaan Krui-Liwa, akan menjumpai jembatan Way Campang.
Jalan setapak menuju air terjun berada persis sebelum jembatan tersebut. Kamu bisa memarkirkan kendaraan di warung setelah jembatan tersebut.
















