2. Keris Bali.
Keris Bali memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan keris Jawa. Bilahnya cenderung lebih panjang dan lebar dengan ukiran yang lebih rumit.
Keunikan keris Bali terlihat pada gagang dan warangkanya yang sering dihiasi ukiran tokoh pewayangan, dewa, atau makhluk mitologi Hindu.
Dalam masyarakat Bali, keris tidak hanya dianggap sebagai pusaka, tetapi juga memiliki fungsi religius dalam berbagai upacara keagamaan.
3. Keris Madura.
Keris Madura terkenal karena kualitas tempa yang sangat baik dan pamor yang menawan. Banyak kolektor keris menganggap keris Madura sebagai salah satu karya empu terbaik di Nusantara.
Ciri khasnya adalah pamor yang terlihat tegas dan kontras, serta bentuk bilah yang kokoh. Selain sebagai pusaka keluarga, keris Madura juga sering menjadi simbol kehormatan dan kebanggaan masyarakat setempat.
4. Keris Bugis.
Keris Bugis berasal dari Sulawesi Selatan dan memiliki bentuk yang relatif sederhana dibandingkan jenis keris lainnya.
Bilah keris Bugis biasanya lebih lurus dengan desain yang mengutamakan fungsi. Pada masa lalu, keris ini banyak digunakan oleh para pelaut, pedagang, dan bangsawan Bugis sebagai senjata sekaligus simbol status sosial.
Keris Bugis juga dikenal luas hingga ke Malaysia dan Brunei karena pengaruh pelayaran masyarakat Bugis di kawasan Asia Tenggara.
5. Keris Melayu.
Keris Melayu berkembang di wilayah Sumatra, Kepulauan Riau, serta kawasan Semenanjung Melayu. Bentuknya cenderung ramping dengan bilah yang relatif panjang.
Keris ini sering dikaitkan dengan kebesaran kerajaan-kerajaan Melayu pada masa lalu. Selain menjadi senjata, keris Melayu juga digunakan sebagai pelengkap pakaian adat dalam berbagai acara resmi dan tradisional.
















