7 Cara Membedakan Keris Asli dan Replika: Panduan Lengkap untuk Kolektor dan Pecinta Keris

7 Cara Membedakan Keris Asli dan Replika
Ilustrasi: 7 Cara Membedakan Keris Asli dan Replika: Panduan Lengkap untuk Kolektor dan Pecinta Keris. (Sumber Foto: Dok. WANI/AI).

Keris asli biasanya menggunakan kayu pilihan berkualitas tinggi dengan ukiran yang dikerjakan secara manual. Detail ukiran terlihat halus dan memiliki karakter khas sesuai daerah asalnya.

Sebaliknya, replika sering menggunakan bahan yang lebih murah dengan pola ukiran yang berulang dan terkesan dibuat menggunakan mesin.

5. Kenali Tangguh dan Gaya Keris.

Dalam dunia perkerisan, dikenal istilah “tangguh” yang mengacu pada perkiraan periode dan gaya pembuatan keris.

Keris asli umumnya memiliki karakteristik yang sesuai dengan tangguh tertentu, seperti Majapahit, Mataram, Pajajaran, atau era lainnya.

Kolektor berpengalaman biasanya dapat mengenali ciri-ciri tersebut dari bentuk bilah, ricikan, hingga pamornya.

Replika sering kali menggabungkan berbagai unsur tanpa memperhatikan kesesuaian sejarah, sehingga terlihat tidak konsisten.

6. Perhatikan Tanda Usia dan Patina.

Keris tua yang asli biasanya menunjukkan tanda-tanda penuaan alami berupa patina atau perubahan warna pada logam.

Patina ini terbentuk selama puluhan hingga ratusan tahun dan sulit ditiru secara sempurna.

Namun perlu diingat bahwa usia tua bukan satu-satunya penentu keaslian, karena ada pula replika yang sengaja dibuat tampak tua.

Oleh karena itu, pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh.